Langkah Pencegahan Diare dan Cara Mengatasinya

Diare merupakan suatu keadaan dimana tinja atau feses menjadi cair dan terjadi secara berulang-ulang paling sedikit 3 kali dalam 24 jam. Penyakit ini dapat dengan mudah menjangkiti masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun bayi dan anak-anak biasanya lebih mudah terkena diare karena perkembangan sistem pencernaan pada bayi dan anak belum sempurna sehingga menyebabkan mereka mudah terkena virus penyebab diare. Maka orang tua harus sangat memperhatikan kebersihan pada anak dan bayi anda. Cara pencegahan diare yang paling mudah adalah dengan menerapkan pola hidup bersih seperti rajin mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum makan, keluar dari toilet, atau pun setelah membersihkan kotoran hewan.

Gejala dari penyakit diare yang harus diketahui seperti intensitas buang air besar dengan feses cair yang terjadi berulang-ulang disertai muntah yang berulang-ulang, keadaan lemah, lemas dan ngantuk, terjadinya penurunan kesadaran, tidak merasa haus dan tidak ada selera makan, adanya rasa sakit perut dan kejang di perut, buang air kecil menjadi jarang, kulit menjadi keriput karena kekurangan cairan. Bila terjadi gejala tersebut segeralah bawa penderita ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih baik.

Penyakit diare disebabkan oleh adanya infeksi virus, bakteri dan parasit yang berasal dari minuman dan makanan yang sudah tercemar atau kotor. Bisa juga karena adanya infeksi penyakit lain yang sedang diderita seperti radang tenggorokan dan infeksi telinga. Selain itu alergi makanan dan obat-obatan tertentu, atau karena pemanis buatan pada makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Cara mengatasi dan pencegahan diare, anda dapat mengkonsumsi larutan gula garam sebagai pengganti cairan tubuh dan elektrolit yang banyak keluar. Jika anda hanya mengkonsumsi air putih saja maka hal itu kurang membantu. Kurangi sayur dan buah-buahan karena makanan tersebut sulit dicerna penderita diare. Pada bayi yang terserang diare, berikan ASI secara terus-menerus untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Anak yang tidak mendapatkan ASI biasanya lebih mudah terkena diare daripada anak yang mendapatkan ASI secara eksklusif.

Demikian tips mencegah dan mengatasi diare, semoga bermanfaat.